Senin, 20 Juli 2020

Sahabat Mimpi

"Cerita Horor"
Kenalkan nama saya Rani, saya tinggal sama mamah disebuah desa, saya tidak menyelesaikan sekolah karena harus membantu mamah berjualan dipasar. Oia, umur saya sudah 17tahun. Sudah 4tahun ini saya ikut mamah berjualan mulai dari pagi sampai petang hari. Kami memulai aktifitas  sebelum sholat subuh dan berangkat pada subuh selesai sholat soalnya jarak yang harus kami tempuh sekitar 60km lebih, yah sejam kami diperjalanan. Kami menjual sayur yang kami petik dikebun milik pak Yasir, ๐Ÿค— beliau dulu punya anak tapi meninggal akibat kecelakaan kendaraan ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ kalau tidak salah namanya Wina tapi saya sering memanggilnya Awi, saya bersahabat dengan almarhumah semasa hidupnya sampai meninggalnya pun saya seperti bisa berkomunikasi dengannya. ๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป
Jam menunjukkan pukul 22.00, saya agak gelisah malam ini tidak biasanya jam segini saya belum tidur, saya keluar dari kamar dan masuk kekamar mamah, saya intip lewat tirai kamar ternyata mamah lagi duduk diatas kasur, pas saya melangkah tuk kembali kekamar mau mencoba tidur lagi, terbersik dibenakku "kok mamah tumben sudah malam begini belum tidur!!!"๐Ÿค”๐Ÿค” saya penasaran dan langsung tarik tirai kamar, tahu apa yang saya lihat ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ mamah saya sedang tidur sambil terdengar dengkuran kecilnya ๐Ÿ˜ด. Saya keluar tutup tirai itu masuk kekamar dan baring sambil mencoba tutup mata (kamar saya dan kamar mamah itu bersebelahan yang dindingnya triplek). Sudah pukul 23.30 masih saja saya tidak bisa tidur, yang bisa saya lakukan hanya tutup mata, tidak lama buka lagi, tutup lagi, buka lagi, saya tutup sekali lagi mata saya, entah apa yang terjadi saya melihat Awi menangis, seketika itu saya langsung bangun, mungkinkah saya mimpi, tapi kenapa๐Ÿค” saya keluar kamar menuju pintu keluar dan pergi naik motor ke kebun pak Yasir, tibanya saya dikebun yang berjarak 2km dari rumah, saya turun dari motor dan memarkirnya, saya tidak habis pikir kenapa juga saya bisa ada dikebun dan ditengah malam sendiri, saya jalan menuju kebun yang banyak ditanami sayur labu, saya tiba-tiba memanggil nama Awi, ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ
Saya: Awi, kamu kenapa disini?
๐Ÿ‘ป: kamu jangan tinggalkan saya sendiri.
Saa...ya tidak akan meninggalkanmu... ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ sontak saya kaget ada yang menepuk bahu kanan saya sebanyak 2x dengan cepat ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ..
Saat saya menoleh kebelakang ternyata mamah, saya yakinkan diriku ini pasti mimpi, ini mimpi kenapa, kenapa mamah ada disini "tanyaku.. ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ mamah menjawab: bangun.. bangun ran (sambil memukul kedua bahuku). Sekali lagi saya terbangun dan tersadar cuma mimpi ๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ.
Subuh itu saya sempat bertanya pada mamah tentang semalam.. ๐Ÿ˜Ÿ
Saya: mah, mamah tidur jam berapa tadi  malam?
Mamah: hhmm, ๐Ÿค” jam berapa yah, kayaknya cepat kok mamah tidur...
Saya: jam 10 mah? ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ
Mamah: mamah tidak pernah tidur larut malam, paling setengah 9..
Saya: ๐Ÿ™„๐Ÿ™„ ahhh, setengah 9?
Mamah: kamu kenapa ran? Kok mukanya begitu ๐Ÿ˜ฎ
Saya: tidak apa-apa mah.  ๐Ÿค”"Sambil berpikir lantas yang saya lihat apa" ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”
Mamah: ayo ran, kita sholat dulu.
Saya: ayo mah.. "dengan ekspresi yang masih bingung"
Setelah sholat kami bergegas kekebun dengan membawa senter masing-masing. Kebetulan yang jualan kemarin habis, jadi kami harus ambil dan petik lagi beberapa jenis sayur.
Saya: mah, ayo kita berangkat "sambil menghidupkan motor" ๐Ÿ›ต
Mamah: "berjalan keluar dan mengunci pintu" kamu sudah bawa tempat sayurnya?
Saya: Oh iya, hampir lupa... ☺️
Mamah: "membukakan kembali pintu"
Saya langsung masuk kedalam rumah dan mengambil tempat sayurnya. Sepanjang jalan saya lirik kiri kanan jalan, tuk memastikan tidak ada orang ๐Ÿคข.. Sesampainya dikebun, kami menyalakan senter, untungnya pak Yasir memasangkan lampu disekitar kebunnya jadi tidak terlalu gelap dan menakutkan ๐Ÿ˜. Masuk dikebun, kami berpisah kata mamah saya ambil sayur kangkung, bayam dan petik cabe. Tahu tidak, luas kebun pak Yasir hampir 1ha. Semenjak kepergian anak satu-satunya beliau dan istrinya suka merenung diri, apalagi mama alm Awi. Saya sendiri belum pernah melihatnya, terakhir saat saya melayat kemakam almarhumah Awi 100 harinya setelah meninggalnya. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ »»»»

Iseng-iseng menulis cerita lagi ✍️๐Ÿ˜ pengaruh #stayhome ... Maaf yah jika nama diatas ada kesamaan dengan nama teman-teman.. ๐Ÿ™

Tidak ada komentar:

Posting Komentar